Beranda | Artikel
Jangan Lupakan Doa Penting Ini dalam Shalatmu! - Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama
Rabu, 16 Februari 2022

Jangan Lupakan Doa Penting Ini dalam Shalatmu! – Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr #NasehatUlama

Perkataan Abu Bakar, “Ajarkan saya doa yang bisa saya baca dalam salat.” Hal ini mengindikasikan bahwa doa ini disunahkan untuk dibaca dalam salat, baik ketika sujud, karena Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam memerintahkan memperbanyak doa ketika sedang sujud, beliau bersabda, “Sungguh itu adalah saat yang tepat untuk terkabulnya doa kalian.” (HR. Muslim), atau dibaca ketika tasyahud akhir, sebelum salam, karena Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kemudian (setelah tasyahud), hendaknya dia memilih doa apapun yang dia inginkan.” (HR. Muslim)

Dalam masalah ini ada kelonggaran, bisa dibaca ketika sujud atau sebelum salam.
Sabda beliau,
ALLAAHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIROO

“Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, …

WALAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA

… dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa, kecuali Engkau, …

FAGHFIR LII MAGHFIROTAN MIN ‘INDIKA

… maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, …

WARHAMNII INNAKA ANTAL-GHOFUURUR-ROHIIM

… dan rahmatilah aku, karena sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Bukhari)

Ini adalah doa yang teramat agung, yang diajarkan oleh Nabi Ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam kepada orang terpercaya umat ini Dan Allah juga telah mengajari Nabi Adam ‘Alaihis Salām untuk berdoa seperti ini pula.

Nabi Adam berdoa, (yang artinya)
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami, …

… dan tidak memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

Dan Allah berfirman tentang perkataan Nabi Musa ‘Alaihis Salām,
(yang artinya)
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku.” (QS. Al-Qasas: 16)
Dan Nabi Yunus ‘Alaihis Salām berdoa,

(yang artinya)
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya’: 87)

Dan Nabi kita ‘Alaihis ṣalātu wa salām ketika sudah duduk di atas tunggangannya, kemudian beliau membaca hamdalah, tasbih, dan takbir, kemudian beliau ṣalawātullāh wa salāmuhu ‘alaihi membaca, kemudian beliau ‘alaihis ṣalātu wa salām mengucapkan,
(yang artinya)
“Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, … Maha Suci Engkau, sungguh aku telah menzalimi diriku, maka ampunilah aku.”

Dan ada juga riwayat dalam kitab Shahih, pada beberapa doa istiftah yang Nabi ‘alaihis ṣalātu wa salām baca ketika salat, (yang artinya)
“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku dan aku hamba-Mu, sungguh aku telah menzalimi diriku sendiri, aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah dosa-dosaku semuanya, karena sungguh tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Dan dalam bacaan Sayyidul Istighfar, juga terdapat lafal semacam itu. Jadi, ini merupakan sebuah wasilah yang agung dan penuh berkah, untuk menggapai ampunan Allah ‘Azza wa Jalla.

Oleh sebab itulah, doa ini dimulai dengan bacaan,
INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIROO
“Sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, …”
Dalam riwayat lain,
(INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN) KABIIROO
“… kezaliman yang besar.”

Beliau menjadikan pengakuan atas kezaliman dan kelalaiannya terhadap dirinya sendiri, sebagai wasilah darinya di sisi Allah, agar Allah mengampuni dosanya.

Dan sabda beliau,
(yang artinya)
“Tidak ada yang dapat mengampuni dosa, kecuali Engkau, …”

Ini semakna dengan firman Allah ta’alā: “Dan siapakah yang mengampuni dosa selain Allah?” (QS. Ali Imran: 135)

Karena hanya Dia yang Maha Suci dan Maha Tinggi yang bisa mengampuni dosa dan memaafkan kesalahan.

Sebesar dan sebanyak apa pun dosa tersebut!

Allah ta’alā berfirman, “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hambaku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, …

… janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, karena sungguh Allah mengampuni semua dosa-dosa, …

… karena sungguh Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Dan sabda beliau,
(FAGHFIR LII MAGHFIROTAN MIN ‘INDIKA)
‘Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu’

Ungkapan (MAGHFIROTAN MIN ‘INDIKA) ‘ampunan dari sisi-Mu,’ maksudnya adalah memohon ampunan dan maaf.

Dan sabda beliau, (MIN ‘INDIKA) ‘dari sisi-Mu,’ maksudnya adalah ampunan yang Engkau berikan kepadaku, yang Engkau limpahkan kepadaku, aku yang selalu lalai, melampaui batas, dan banyak dosanya, sehingga aku menginginkan karunia dan kemurahan-Mu kepada hamba yang lalai ini, penuh dosa, dan banyak salahnya, agar Engkau memberiku ampunan dari sisi-Mu, (WARHAMNII) ‘dan rahmati aku,’ ini adalah meminta rahmat. Perhatikan! Pada doa ini, terkumpul permintaan ampunan dan rahmat. Dan jika keduanya terkumpul, yakni memohon ampunan dan rahmat, maka ‘ampunan’ ini maksudnya dikaitkan dengan perbuatan seorang hamba yang telah berlalu, berupa kelalaian, kekeliruan, dosa, ataupun kesalahan, sehingga ia meminta ampunan-Nya.

Dan ‘rahmat’ ini maksudnya dikaitkan dengan apa yang akan datang. Semakna dengan ayat, (yang artinya)
“Dan masukan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. An-Naml: 19) Maksudnya, agar di hari-hari selanjutnya, aku diteguhkan dan diberi taufik, dalam kehidupanku, di masa mendatang, kepada kebaikan dan keistiqamahan, serta dijauhkan dari dosa-dosa. Kemudian doa ini ditutup dengan bertawasul kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dengan dua asma Allah ini: Al-Ghafūr dan Ar-Raḥīm. Al-Ghafūr dan Ar-Raḥīm. Doa-doa dituntunkan dalam Islam, baik yang terdapat dalam Al-Quran, maupun dalam hadis-hadis Nabi ‘Alaihis ṣalātu wa salām, ciri khasnya selalu ditutup dengan menyebut Asmaul Husna yang sesuai dengan apa yang diminta dalam doa. Dan yang diminta dalam doa ini adalah ampunan dan rahmat, sehingga sangat sesuai jika doanya ditutup dengan dua Asmaul Husna yang agung ini: “Yang Maha Pengampun” dan “Yang Maha Penyayang”, karena kesesuaiannya dengan permintaan ini. Dan penyebutan keduanya, juga menjadi bentuk tawasul kepada Allah, bertawasul kepada Allah yang Maha Suci dengan sifat-Nya yang “Maha Pengampun”, dan bertawasul kepada-Nya dengan sifat-Nya yang “Maha Pengasih”.

===============================================================================

قَوْلُ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي

هَذَا يُفِيدُ أَنَّ هَذَا الدُّعَاءَ يُسْتَحَبُّ أَنْ يُدْعَى بِهِ فِي الصَّلَاةِ

إِمَّا فِي السُّجُودِ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَمَرَ بِالْإِكْثَارِ مِنَ الدُّعَاءِ فِي السُّجُودِ وَقَالَ

إِنَّهُ قَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

أَوْ فِي التَّشَهُّدِ قَبْلَ السَّلَامِ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

ثُمَّ لِيَتَخَيَّرَ مِنَ الدُّعَاءِ مَا شَاءَ

وَالْأَمْرُ فِي ذَلِكَ وَاسِعٌ سَوَاءً أَتَى بِهِ فِي سُجُودِهِ أَوْ أَتَى بِهِ قَبْلَ السَّلَامِ

قَوْلُهُ: اللَّهُمَّ إِنَِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا

وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ

وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

هَذِهِ دَعْوَةٌ عَظِيمَةٌ عَلَّمَهَا النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلَامُ

صِدِّيقَ الْأُمَّةِ

وَقَدْ عَلَّمَ اللهُ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنْ يَدْعُوَ بِهَذَا

قَالَ: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا

وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

وَقَالَ عَنْ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي

وَقَالَ يُونُسُ عَلَيْهِ السَّلَامُ

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

وَكَانَ نَبِيُّنَا عَلَيْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلَامُ إِذَا اسْتَوَى عَلَى الدَّابَّةِ

حَمِدَ اللهَ وَسَبَّحَهُ وَكَبَّرَ ثَمَّ قَالَ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ

ثُمَّ قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

سُبْحَانَكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي

وَجَاءَ أَيْضًا فِي الصَّحِيحِ فِي بَعْضِ اسْتِفْتَاحَاتِ

النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلَامُ لِلصَّلَاةِ

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ

وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا

إِنَّه لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

وَجَاءَ أَيْضًا فِي سَيِّدِ الْاِسْتِغْفَارِ نَحْوَ ذَلِكَ

الْحَاصِلُ أَنَّ هَذِهِ وَسِيلَةٌ مُبَارَكَةٌ عَظِيمَةٌ

لِنَيْلِ مَغْفِرَةِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

وَلِهَذَا بُدِأَ الدُّعَاءُ بِقَولِهِ: إِنَِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا

فِي رَوِيَّةٍ كَبِيرًا

فَجَعَلَ اعْتِرَافَهُ بِظُلْمِهِ لِنَفْسِهِ وَتَقْصِيرَهُ

وَسِيلَةً لَهُ عِنْدَ اللهِ بِأَنْ يَغْفِرَ لَهُ ذَنْبَهُ

وَقَوْلُهُ: وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

هَذَا نَظِيرُ قَوْلِ اللهِ تَعَالَى: وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللهُ

فَهُوَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَغْفِرُ الذُّنُوبَ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ

مَهْمَا عَظُمَ الذَّنْبُ وَمَهْمَا كَثُرَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى: قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ

لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا

إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

قَوْلُهُ: فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ

مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ هَذَا طَلَبُ الْمَغْفِرَةِ وَالصَّفْحِ

قَولُهُ: مِنْ عِنْدِكَ أَيْ مَغْفِرَةً تَمُنُّ بِهَا عَلَيَّ

تَتَفَضَّلُ بِهَا عَلَيَّ

أَنَا مُقَصِّرٌ مُفَرِّطٌ كَثِيرُ الذَّنْبِ

فَأُرِيدُ مِنْكَ مِنَّةً وَفَضْلًا عَلَى هَذَا الْعَبْدِ

الْمُقَصِّرِ الْمُذْنِبِ كَثِيرِ الْخَطَايَا

أَنْ تَمُنَّ عَلَيَّ بِمَغْفِرَةٍ مِنْ عِنْدِكَ

وَارْحَمْنِي هَذَا طَلَبُ الرَّحْمَةِ

وَلَاحِظْ هُنَا جَمْعُ بَيْنَ طَلَبِ الْمَغْفِرَةِ وَطَلَبِ الرَّحْمَةِ

وَإِذَا اجْتَمَعَ أَيْ طَلَبُ الْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ

تَكُونُ الْمَغْفِرَةُ مُتَعَلِّقَةً بِمَا مَضَى مِنْ أَعْمَالِ الْعَبْدِ

مِنْ تَقْصيرٍ وَزَلَّةٍ وَذَنْبٍ وَخَطِيئَةٍ

يَطْلُبُ غُفْرَانَهُ

وَتَكُونُ الرَّحْمَةُ بِمَا يَتَعَلَّقُ فِيمَا يَتَعَلَّقُ بِمَا يَأْتِي

بِمَعْنَى: وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

بِأَنْ أُسَدَّدَ فِي لَاحِقٍ فِي أَيَّامِيْ وَأُوَفَّقَ

فِي مُسْتَقْبَلِ حَيَاتِي إِلَى الصَّلَاحِ

وَالْاِسْتِقامَةِ وَالْبُعْدِ عَنِ الذُّنُوبِ

ثُمَّ خَتَمَ هَذَا الدُّعَاءَ بِتَوَسُّلٍ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

بِهَذَيْنِ الْاِسْمَيْنِ الْغَفُورِ الرَّحِيمِ
الْغَفُورِ الرَّحِيمِ

وَالأَدْعِيَةُ الْمَأْثُورَةُ سَوَاءً مِنْهَا مَا جَاءَ فِي الْقُرْآنِ

أَوْ فِي سُنَّةِ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

تُخْتَمُ بِمَا يَتَنَاسَبُ مَعَ الْمَطْلُوبِ

وَالْمَطْلُوبُ فِي هَذَا الدُّعَاءِ الْمَغْفِرَةُ وَالرَّحْمَةُ

فَكَانَ فِي غَايَةِ الْمُنَاسَبَةِ أَنْ تُخْتَمَ بِهَذَيْنِ الْاِسْمَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

الْغَفُورِ الرَّحِيمِ لِتَعَلُّقِهِمَا بِهَذَا الْمَطْلُوبِ

وَذِكْرُهُمَا هُنَا أَيْضًا مِنْ بَابِ التَّوَسُّلِ إِلَى اللهِ

تَوَسُّلٌ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ بِكَوْنِهِ الْغَفُورَ

وَتَوَسُّلٌ إِلَيْهِ بِأَنَّهُ الرَّحِيمُ

 


Artikel asli: https://nasehat.net/jangan-lupakan-doa-penting-ini-dalam-shalatmu-syaikh-abdurrazzaq-al-badr-nasehatulama/